SALAH JURUSAN KULIAH, INGIN PINDAH JURUSAN? BACA INI !
Pernahkah kalian suatu hari merasa bahwa apa yang anda pilih adalah tidak benar, atau mungkin kalian merasa tidak cocok dengan pilihan kalian? contohnya seperti salah dalam memilih jurusan kuliah? Anda yang pernah mengalami hal ini, pasti akan pernah merasakan banyak gejolak dalam diri anda, bahwa anda tidak memiliki passion atau kesukaan dalam bidang yang anda pilih?
Biasanya hal ini sering dialami oleh mahasiswa semester pertama atau mahasiswa baru dan mahasiswa semester akhir. Mahasiswa semester pertama tentu akan mengalami banyaknya tugas dan kegiatan kuliah yang membuat hari-harinya sangat melelahkan jika dibandingkan dengan pada jaman sekolah. Mereka biasanya akan mulai mengeluhkan kesulitan-kesulitan yang diperolehnya saat kuliah berlangsung, tidak paham, lambat berpikir dalam menerima materi, mendapat nilai jelek, tidak bersemangat kuliah, dan sebagainya. Sedangkan mahasiswa akhir akan mengalami kegalauan mendekati kelulusannya. Biasanya mereka akan mulai berpikir bahwa jurusannya kurang berpeluang atau mungkin terlalu banyak peluang dan pesaingnya dalam dunia kerja. Sehingga akhirnya galau akan apa yang harus dilakukan setelah lulus kuliah. Ya, tentu saya juga pernah mengalami hal ini dan sedang merasakannya.
Bagi anda, para mahasiswa/i baru yang merasakan hal ini. Ada dua jalan yang bisa kalian pilih, yakni tetap berada dalam jurusan itu lalu menjalaninya atau berganti pilihan ke jurusan lain. Bagi Mahasiswa/i yang mungkin sudah merasa terlanjur salah dalam memilih jurusan. Mari kita simak terlebih dahulu apa saja kira-kira faktor dan alasan yang harus anda pikirkan sebelum memutuskan sebuah pilihan untuk pindah jurusan atau tidak itu salah atau benar?
1. Rumput Tetangga lebih Hijau
Jika anda merasa salah jurusan dan menganggap jurusan sebelah terlihat lebih menyenangkan. Biasanya pemikiran ini dialami oleh mahasiswa/i jurusan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti kedokteran, teknik kimia, teknik sipil, teknologi pangan dan gizi, teknik industri, teknik lingkungan, elektro, IT, dsbnya. Mereka akan mulai jenuh dengan rutinitas kegiatan laboratorium, laporan menumpuk, tugas dan materi kuliah yang sulit, dsb. Mereka biasanya akan mulai melirik ke jurusan lain yang terlihat lebih simpel atau sederhana, seperti misalnya jurusan bisnis, ilmu komunikasi, psikologi, dsb. Itu adalah pemikiran wajar bagi anda yang newbie.
Namun, jika anda berpikir seperti itu maka anda salah besar! Menurut saya, di dunia ini tidak ada jurusan kuliah yang benar-benar menyenangkan dan mudah dilalui. Jika ada hal seperti itu, maka untuk apa ada jenjang pendidikan kuliah? Setiap jurusan kuliah pasti memiliki kesusahannya sendiri. Jurusan dengan bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) atau sejenis sains memiliki kesusahan dalam IPA meliputi perhitungan matematika, fisika, kimia dan biologi, rumus-rumus, serta teknologi canggih seperti komputer dan perangkat lainnya. Sedangkan jurusan bisnis akuntansi memiliki kesusahan bahwa setiap orang dalam bidang ini harus teliti dalam berhitung debit kredit dan hitungan lainnya, jurusan manajemen dan marketing harus pandai menggerakan pikirannya untuk dapat mengatur dan memanage pekerjaannya, harus pandai berbicara agar penjualan suatu produk dapat ditingkatkan mencapai target. Jurusan ilmu komunikasi tentunya diharapkan memiliki skill berkomunikasi yang baik.
Setiap jurusan memiliki tantangannya sendiri-sendiri. Bergantung bagaimana kemampuan anda dalam menjalaninya. Apakah anda orang yang cukup tangguh melewati masa kegalauan anda?
2. Uang yang Anda keluarkan dan Pikirkan Orang Tua kalian
Mungkin anda yang memiliki orang tua dengan ketersediaan uang yang melimpah (kaya), berkecukupan (mampu) dan tentu akan membuat anda berpikir bahwa uang bukanlah masalah untuk berganti jurusan kuliah. Atau mungkin anda memiliki orang tua dengan keadaan ekonomi yang pas-pas an atau penuh dengan keterbatasan?
Ya, saya sering menjumpai dan memiliki banyak teman yang memutuskan untuk tetap keluar dari jurusan kuliahnya walaupun sudah membayar mahal untuk masuk dalam jurusan tersebut dan bahkan sudah berlangsung sampai semester 5, baru keluar dari jurusan tersebut.
namun, tidakkah anda pernah berpikir? bahwa orangtua mana yang menginginkan anaknya berada dalam jurusan yang salah? ya, mungkin berbeda halnya dengan orang tua yang menuntut anaknya untuk kuliah di jurusan yang diinginkan orangtuanya, biasanya untuk melanjutkan bisnis atau karir orang tuanya. Namun, menurut saya, setiap orang tua akan berpikir untuk kebahagiaan anaknya. Orang tua siapa yang mau anaknya salah jurusan dan harus mengeluarkan uang lagi untuk membiayai pendidikan anaknya pada jurusan yang berbeda?
Entah kalian yang memiliki orangtua kaya dan melimpah hartanya, dengan mudahnya mungkin ingin berganti jurusan sesuai yang diinginkannya. Orangtua kalian mungkin akan memperbolehkannya. Namun, ketahuilah teman-teman. Saya yakin, jika anda bisa bertahan dalam jurusan tersebut maka orang tua akan mencoba membujuk anda untuk tetap berjuang. Tapi, jika anda terlihat sangat lelah dan merasa sangat tidak bersemangat, maka hati orang tua manakah yang akan tega tetap menyuruh kalian berada dalam jurusan yang salah? Sehingga pada akhirnya orang tua anda akan mengijinkan anda pindah jurusan demi kebahagiaan anda sebagai anaknya.
Namun, perlu anda ingat! Bahwa uang tidak semudah itu diperoleh. Jika kalian pindah jurusan, maka artinya kalian sama saja dengan membuang uang orang tua kalian dengan sia-sia. Ingatlah, kerja keras yang dilakukan orang tua kalian. Sekalipun anda orang kaya, namun belum tentu selamanya anda akan terus berada dalam posisi seperti itu. Pindah jurusan, boleh-boleh saja. Namun ingat! Perjuangan orang tua kalian! Maka hargailah waktu kerja keras orang tua anda untuk membiayai pendidikan kalian! Jika kalian pindah jurusan, apakah akan menjamin anda juga akan sukses dan dapat membanggakan orang tua kalian?
Lalu bagaimana jika orang tua anda berkecukupan dan pas-pas an? maka saran saya adalah berusahalah bertahan pada kondisi anda yang sekarang ini. Mengapa? karena saya percaya setiap pilihan akan punya makna sendiri dan tentunya saya akan kasihan pada orang tua saya jika berada dalam posisi demikian. Intinya jangan sia-siakan uang hasil kerja keras orang tua kalian!.
Ah, kecuali anda sudah menjadi pebisnis muda atau memiliki penghasilan sendiri sehingga anda dapat membiayai kuliah anda sendiri. Menurut saya, tidak ada salahnya jika anda ingin pindah kuliah dan menggunakan biaya sendiri tanpa bantuan orang tua. Itu adalah salah satu langkah bagus, artinya anda berjuang untuk anda sendiri secara mandiri. Namun, kembali saya ingatkan, anda juga akan menyia-nyiakan uang hasil kerja keras anda sendiri. Maka, mungkin anda bisa membaca faktor apalagi yang lainnya dalam semakin menentukan pilihan anda.
3. Rasa Bosan atau Jenuh dan Malas
Terkadang orang merasa salah jurusan dengan merasa bosan hampir tidak bisa dibedakan, guys! Ini adalah kondisi yang perlu kalian perhatikan. Merasa bosan, bukan berarti salah jurusan. Saya sering menjumpai hal ini bahkan terkadang termasuk saya. Saya orang yang mudah bosan dengan suatu hal, dan saya akan merasa bahwa saya salah jurusan. Hal ini pernah saya alami. Namun, waktu itu, saya kembali berpikir, APAKAH SAYA BENAR-BENAR SALAH JURUSAN? . Maka, carilah jawabannya melalui INTROPEKSI diri.
Intropeksilah diri kalian. Biasanya rasa bosan berbeda tipis dengan rasa tidak cocok di jurusan ini. Anda merasa kegiatan kuliah kalian begitu-begitu saja atau monoton? terlalu banyak tugas? Tidak paham dengan materi kuliah? Tidak merasa tertantang atau merasa pasif? ini adalah perasaan-perasaan bosan, jenuh, dan kemalasan yang ada dalam diri kalian.
Perasaan-perasaan ini dapat kalian hilangkan. Kalian harus memiliki pola pikir yang berbeda dan mulai bangkit. Saya tahu, mengatakan memang mudah namun mengumpulkan niat adalah suatu hal yang susah, apalagi melakukannya. Namun, ingatlah usia kalian masih muda, maka explore lah banyak hal selagi muda. Bangkitkan jiwa muda kalian selagi kalian masih muda, hilangkan persepsi bosan dan jenuh, hilangkan rasa malas tersebut. Semakin kalian tinggal dalam perasaan bosan dan malas, maka akan semakin lama anda keluar dari kegalauan ini.
4. Passion Anda
Beberapa orang bahkan di usia 18-25 an masih banyak yang belum menemukan apa passion mereka. Termasuk saya, saat ini saya berkutat dan merasa bukan passion di bidang kuliah saya. Saya tidak tahu apa passion saya dan apa yang harus saya lakukan. Saya yakin, ini adalah kegalauan kaum generasi milenial. Tenang, tidak hanya anda dan saya yang merasa demikian. Banyak juga orang dengan usia muda merasa galau tidak tahu harus memilih karir apa nantinya, apakah sesuai dengan jurusan kuliah, atau mengikuti passion. It's oke! Passion tidak datang dengan tiba-tiba. Namun, kita bisa mencoba mencari apa passion kita. Lakukan banyak kegiatan dengan banyak jenisnya, cobalah satu per satu dan anda akan menemukan passion anda. Prosesnya memang tidaklah cepat.
Menurut saya, passion dan jurusan tidak selalu harus berada dalam jalan yang sama atau satu aliran. Namun passion dan jurusan anda dapat berjalan beriringan. Mengapa? passion menggambarkan apa yang ingin kalian lakukan dan sukai. Jurusan dapat menjadi salah satu alternatif anda dalam mendapatkan ilmu. Bahkan sebenarnya kalian bisa menggabungkan kedua hal tersebut. Gabungkan saja Passion dan jurusan yang menurut anda salah dijalani ini. Contoh, seorang teman saya berada dalam jurusan teknologi pangan namun passionnya bukan berada disana, passionnya adalah menulis suatu bacaan atau artikel. Lalu, apa yang dia lakukan? Maka dia menggabungkannya, ia menjadi seorang penulis buku bertemakan teknologi pangan. Menulis sebuah novel dan memadukannya dengan cerita bercampur ilmu-ilmu yang dia peroleh dalam kuliah. Atau mungkin anda memiliki passion menari atau dance namun anda berada dalam jurusan teknik elektro. Mungkin kalian bisa padukan keduanya, anda bisa membuat kostum tari anda berhiaskan lampu LED hasil rancangan kalian. Atau mungkin anda lulusan sarjana Arsitek, namun passion anda adalah menjadi pemusik. Anda bisa padukan membuat design rumah dengan furniture atau peralatan yang dapat menimbulkan suara entah dari lubang-lubang fondasi rumah, atau tiupan angin yang melewati celah jendela, dsb. Bagaimana, menarik bukan?
Saya hanya sekedar sharing pengalaman saja, saya juga merasa saya salah jurusan baik dari awal kuliah hingga menjelang kelulusan ini. Namun, saya kembali berpikir bahwa
"Sometimes the wrong choices bring us to the right place"
Mengapa quotes ini? saya akan share sedikit.
Pada saat pemilihan jurusan kuliah, saya tidak tahu apa passion dan apa yang harus saya lakukan. Walau kini saya merasa salah jurusan dan tidak sesuai passion saya, saya bahkan tidak tahu kelak akan berkarir apa nanti. Namun, saya tetap tidak menyesali pilihan saya. Mengapa? Jika saya tidak memilih jurusan ini dulu, mungkin.... saya tidak akan menulis artikel ini, mungkin saya tidak akan menerima dan memperoleh ilmu sedemikian rupa, mungkin saya belum tentu lulus kuliah dengan cepat dan tepat waktu, mungkin saya tidak akan bertemu dengan teman-teman berharga yang saya jumpai sekarang, mungkin saya belum tentu menang dalam suatu perlombaan jika berada dalam jurusan lain, mungkin saya belum tentu memperoleh beasiswa yang diadakan suatu instansi yang mampu mengubah pola pikir dan pandangan dalam hidup saya. Intinya, saya sangat bersyukur bahwa pilihan yang saya pikir salah ternyata memberikan banyak jawaban-jawaban benar dan bermakna dalam hidup saya
Salam Hangat,
Celine Christina :)
Celine Christina :)
Komentar
Posting Komentar